Kamis, 02 Mei 2013

[INFO SEHAT] Serba-serbi Sembelit pada Bayi

Fakta Tentang Bayi Sembelit

Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif rentan alami sembelit. Menurut dr. Tanya Remer Attmann, dokter anak dan penulis buku “The Wonder Years: Helping Your Baby and Young Child Successfully Negotiate the Major Developmental Milestones”, bayi yang diberi ASI eksklusif, normal bila pup setiap kali selesai disusui selama minggu-minggu pertama. Pola pup seperti ini tergolong normal bila masih berlangsung hingga ia berumur 1 tahun. Beberapa bayi umur 3-4 minggu, ada yang sudah tidak lagi pup setiap kali selesai diberi ASI. Kondisi ini pun normal selama pola pup bayi demikian.

Disebut sembelit jika:
  • Si kecil tidak pup secara teratur. Memang belum ada pantokan frekuensi pup yang normal, tapi paling tidak Anda akan mengenal pola sementara pup berdasarkan kebiasaannya.
  • Pup keras dan sulit keluar sehingga memaksa si kecil mengejan, dan ini menimbulkan rasa sakit.

Penyebabnya. Bayi di bawah setahun sering mengalami gangguan pencernaan, karena sistem pencernaannya belum matang. Kadang bayi mengalami diare, tapi seringkali sebaliknya, yaitu sembelit. Sejumlah penyebabnya adalah:
  • Konsumsi susu formula berlebihan. Ini biasanya dialami bayi-bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif.
  • Kebanyakan makanan dan minuman yang difortifikasi zat besi (Fe). Misalnya, karena bayi menderita anemia.
  • Sedang dalam masa peralihan. Misalnya, dari ASI eksklusif ke makanan padat pertama.
  • Kurang makanan berserat. Ini dialami bayi yang sudah makan makanan padat pertama.
  • Kurang konsumsi cairan. Kerap terjadi pada bayi-bayi yang sudah mulai diberi susu formula dan makanan padat.
  • Sering menahan keinginan pup. Misalnya, karena bayi merasa tidak nyaman, enggan duduk di pispot, atau keasyikan bermain.

Atasi Bayi SembelitAtasi dengan:
  1. Tekuk kedua paha si kecil ke arah perut. Ini akan meningkatkan tekanan di dalam perut dan menyebabkan kotoran terdorong keluar.
  2. Lakukan pijatan di bawah pusar secara lembut dan konstan selama 3-5 menit. Ini akan merangsang timbulnya rasa ingin buang air besar (BAB).
  3. Segera bawa si kecil ke dokter, bila kedua upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Kiat menghindari sembelit:
  1. Beri bayi ASI eksklusif (hanya ASI, tanpa tambahan makanan atau minuman lain) selama 6 bulan pertama.
  2. Pilih susu formula yang tepat sehingga tidak memicu sembelit, jika bayi terpaksa diberi susu formula. Konsultasikan dengan dokter anak Anda atau dokter ahli gizi anak.
  3. Beri cairan seperti air putih, kuah sayur atau jus buah dalam jumlah cukup, bila bayi telah lewat masa ASI eksklusif. Minimal 2-3 gelas sehari.
  4. Perbanyak pemberian makanan berserat tinggi, seperti sayuran, buah-buahan (dalam bentuk puree) dan serealia.
  5. Latih si kecil pup secara teratur, bila sudah dapat duduk sendiri. Misalnya, minta dia untuk duduk di atas pot-nya selama minimal 10 menit pada waktu yang sama setiap hari. Lebih baik lakukan latihan ini setelah dia makan. Anda dapat membacakan buku cerita atau memperdengarkan lagu anak-anak agar dia tidak bosan.
  copyfrom:hhbf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar